Megamendung, Jawa Barat — Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI) menggelar Gerakan Tanam Pohon Langka Serentak 2025 yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia pada 28 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Perayaan Hari Pohon 2025 yang bertujuan memperkuat gerakan nasional pelestarian pohon langka Indonesia.
Sekretariat FPLI, Muhammad Nur Azam, menjelaskan bahwa gerakan ini melibatkan 58 lembaga mitra kolaborator dengan 48 titik penanaman yang tersebar di berbagai pulau di Indonesia. “Gerakan Tanam Pohon Langka Serentak 2025 melibatkan 58 mitra kolaborator dengan 48 titik tanam yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali–Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua,” ujar Muhammad Nur Azam.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana edukasi ekologis untuk mengenalkan spesies pohon asli Indonesia serta mengurangi praktik penanaman spesies asing yang tidak sesuai dengan ekosistem lokal.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Konservasi yang mewakili Yayasan Paseban telah memulai langkah menanam sebagian pohon di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada hari Jumat (28/11/2025). Beberapa jenis bibit tanaman langka ditanam di sekitar area hutan Paseban, di antaranya bibit pohon Saninten dan beberapa jenis lainnya.
Tim Konservasi Yayasan Paseban, Yadi Mulyadi, menyampaikan antusiasmenya dalam kegiatan tersebut. “Kita sangat antusias dan bersemangat untuk terus menanam pohon-pohon yang sudah langka di area ini, sehingga tempat ini bisa menjadi tempat yang ada tanaman-tanaman yang sudah langka bisa tumbuh di sini,” jelas Yadi Mulyadi.

Ia juga menjelaskan bahwa wilayah hutan Paseban di Megamendung berada dekat dengan zona transisi Cagar Biosfer Cibodas. Menurutnya, kegiatan penanaman serentak ini menjadi momentum tersendiri untuk terus melakukan gerakan peduli terhadap pelestarian lingkungan.
“Kami berharap dengan menanam pohon di hari penanaman pohon serentak yang ada di seluruh Indonesia, hutan Paseban dapat menjadi salah satu bagian dari areal preservasi yang ada di Jawa Barat,” tambahnya.
Sebelumnya, Yayasan Paseban telah melakukan penanaman sebanyak 17 ribu bibit pohon sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan di kawasan Megamendung.

