Klaim Manipulasi dan Rekayasa Kembali Muncul di Tengah Cuaca Ekstrem Global

Klaim bahwa hujan lebat, banjir, atau badai disebabkan oleh manipulasi cuaca atau rekayasa iklim terus bermunculan di internet secara berkala. Ketika banjir bandang melanda Dubai di Uni Emirat Arab atau di Valencia, Spanyol, tahun lalu, banyak pengguna media sosial dengan cepat menyalahkan rekayasa iklim tersebut.

Namun, manipulasi cuaca dan rekayasa iklim yang berbeda satu sama lain tidak memberi penjelasan apa pun terkait cuaca ekstrem yang dialami berbagai belahan dunia.

Dalam sumber berita yang diambil dari BBC.com (11/11/2025), mengatakan, memanipulasi cuaca merupakan praktik yang bisa dilakukan. Salah satu teknik yang paling umum, yakni penyemaian awan, telah diterapkan di lebih dari 30 negara dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di China, Meksiko, dan India, menurut laporan pemerintah AS. Teknik tersebut dilakukan dengan menjatuhkan partikel kecil seperti perak iodide ke dalam awan untuk mendorong uap air mengembun atau membeku sehingga meningkatkan kemungkinan hujan atau salju.

“Teknik manipulasi cuaca berpotensi pada skala lokal dalam periode waktu yang sangat singkat,” kata Govindasamy Bala, profesor di Pusat Ilmu Atmosfer dan Kelautan di Institut Sains India. “Oleh karena itu, teknik ini tidak bisa memperhitungkan perubahan iklim yang semakin cepat di setiap bagian atau sudut planet ini selama beberapa dekade terakhir.”

Meskipun terdapat sejumlah perdebatan mengenai efektivitas modifikasi cuaca seperti penyemaian awan, para ilmuwan sepakat bahwa teknik tersebut bukan faktor tunggal yang menyebabkan banjir besar atau badai berskala besar.

Rekayasa iklim, di sisi lain, mengacu pada upaya untuk memanipulasi lingkungan dengan tujuan mengubah iklim. Salah satu bentuk rekayasa iklim yang sering disebutkan adalah modifikasi radiasi matahari dengan menyemprotkan partikel halus ke atmosfer untuk memantulkan sinar matahari kembali ke luar angkasa, secara teori untuk mendinginkan bumi.

Selain sejumlah kecil eksperimen yang sangat terlokalisasi, rekayasa energi matahari tidak dilakukan dalam skala besar di mana pun di dunia. Namun, di sejumlah negara, termasuk Inggris, telah bermunculan investasi untuk penelitian rekayasa energi matahari dalam beberapa tahun terakhir. Tujuannya untuk memahami apakah teknik tersebut dapat membatasi pemanasan global yang berbahaya.

Para ilmuwan menyatakan bahwa perubahan iklim membuat beberapa jenis cuaca ekstrem, seperti gelombang panas atau curah hujan ekstrem, lebih mungkin terjadi dan lebih intens.

Leave a reply

Become a Part of Something Bigger than Yourself. Together, we're creating a future where all children have a chance to succeed. Join Us!
© 2025. All Rights Reserved Paseban